Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

861 Rumah dan 24 Sekolah Rusak di 44 Kecamatan, Efek Gempa Banten Terungkap Lewat Data BPBD

FEC Media
Minggu, 16 Januari 2022, Januari 16, 2022 WIB

 

Satu rumah di Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, ambruk saat Gempa Banten 6,7 mengguncang Banten




Banten, Detakterkini.Com - Gempa Banten yang melanda pada Jumat (14/1/2022), membuat ratusan rumah dan sekolah di 44 Kecamatan rusak.



Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, 44 kecamatan di tiga daerah terdampak gempa bermagnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Pandeglang.



Disebutkan, ada tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang.



Jumlah rumah rusak di 44 kecamatan itu sebanyak 861 rumah.



Selain rumah, BPBD juga melaporkan terjadi kerusakan pada 25 gedung sekolah, 14 puskesmas, empat sarana ibadah, empat kantor pemerintah, dua fasilitas umum dan satu tempat usaha.



Kerusakan terparah terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang, khsusunya di Kecamatan Sumur.



Nana menyebut, tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian itu. Warga sudah kembali kerumah masing-masing untuk membersihkan reruntuhan bangunan.



Meskipun, dikatakan Nana, saat gempa M 6,6 terjadi, masyarakat mencari tempat yang lebih tinggi.



"Informasi terbaru tidak ada warga yang mengungsi," ujar Nana. Dikutip BANJARMASINPOST.CO.ID



Diketahui, gempa bermagnitudo 6,6 terjadi di Sumur, Pandeglang, Banten.



Guncangan akibat gempa dirasakan hingga Tangerang Selatan, Lambang, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, Bandar Lampung dan Anyer. Meski jauh dari titik gempa, daerah-daerah itu merasakan gempa dengan intensitas guncangan III-IV MMI.


Getaran gempa juga dirasakan di wilayah Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor dengan skala II sampai III MMI.



Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami sejumlah kerusakan akibat gempa magnitudo 6,6 yang mengguncang Banten pada Jumat (14/1/2022) sore.



Akibatnya, puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas itu harus dipindahkan ke Lapas atau Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di kabupaten dan kota sekitarnya.



Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Tejo Harwanto mengatakan, blok hunian WBP di Lapas Rangkasbitung yang mengalami kerusakan antara lain kamar 8, 9, 11, 17, 18, 19, dan 21.



"Rata-rata mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap," kata Tejo melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/1/2022).



Tejo mengatakan, berdasarkan hasil penilaian kelayakan bangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak, kamar hunian WBP yang terdampak gempa itu riskan untuk ditempati kembali.




Sehingga, pihaknya mengambil keputusan untuk memindah 50 orang WBP Lapas Rangkasbitung ke Pandeglang dan Serang.



"50 WBP tersebut sudah dipindahkan ke Rutan Pandeglang sebanyak 25 orang dan Lapas Serang sebanyak 25 orang," terang Tejo.



Pemindahan WBP dilakukan pada Jumat malam, dibantu oleh aparat penegak hukum setempat seperti Kodim 0603/Lebak dan Kepolisian Sektor Rangkasbitung.



Tejo memastikan kondisi Lapas Kelas III Rangkasbitung saat ini ada dalam keadaan aman dan kondusif.

Komentar

Tampilkan

  • 861 Rumah dan 24 Sekolah Rusak di 44 Kecamatan, Efek Gempa Banten Terungkap Lewat Data BPBD
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed